Selasa, 14 Agustus 2012

Sejarah Penyebaran Agama Islam di Indonesia


A.    Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia

1.       Perkembangan Islam di  Asia Barat
       Agama Islam pada awalnya berkembang di wilayah Saudi Arabia pada abad 7 M.Ajaran Islam dibawah oleh Nabi Muhammad SAW.Ia dilahirkan pada tanggal 20 April 571 M di kota Mekkah.Muhammad lahir di tengah masyarakat yang Jahiliyah atau terjadi kemerosotan moral.Ayahnya bernama Abdullah dan ibunya bernama Siti Aminah, Ia berasal dari suku Quraisy.Karena ayah dan ibunya sudah wafat, sejak kecil Muhammad diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdullah Muttalib.Dua tahun kemudian kakeknya meninggal.Ia kemudian diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Tolib.Pada usia 25 tahun Muhammad kawin dengan Siti Khadijah.
       Keadaan masyarakat jahiliyah,dimana masyarakat tidak mengenal hukum,terjadi penindasan dan ketidakadilan terhadap kaum lemah,harkat manusia tidak diakui. Keadaan inilah yang membuat hati Muhammad sedih dan prihatin serta selalu memohon petunjuk Allah. Muhammad selama berhari-hari bertafakur(bertapa) di gua,memoho petunjuk atau wahyu dari Allah untuk memperbaiki nasib kehidupan manusia.
      Pada umur 40 tahun, Ketika sedang bertafakur di gua Hira,datanglah malaikat jibril menyampaikan wahyu pertamayang disebut Al-Alaq. Peristiwa ini terjadi pada malam Qasal antara tanggal 21 dan 29 bulan Ramadhan tahun 510 M. Tiga tahun kemudian Muhamman Menerima Wahyu-wahyu berikutnya . Wahyu-wahyu dari Allah ini kemudian di bukukan menjadi kitab suci agama Islam yaitu Al-Quran .
      Pada awalnya bangsa Arab menentang ajaran-ajaran Muhammaad karena dianggap menyalahi agama mereka yaitu menyembah berhala yang sudah diwariskan turun temurun. Aksi penolakan atau penenangan semula hanya berupa ejekan,tetapi kemudian berkembang menjadi penghinaan dan penganiayaan.
        Selama 13 tahun menyebarkan ajaran Nabi Muhammad mendapatkan sekitar 100 orang pengikut yang tersebar di Mekkah dan Yatsrib. Pengikut pertama adalah istrinya Siti Khadijah,Abu Bakar(mertuanya) dan Ali bin Abi Thalib (menantunya).
        Karena penganiayaan yang terus meningkat Nabi Muhammad memutuskan untuk hijrah atau pindah dari Mekkah ke Madinah.Nabi Muhammad wafat pada tanggal 8 Juni 632 M, dimakamkan di Madinah.Penyiaran Islam kemudian dilakukan oleh ke-empat khalifah yang disebut Khulafaur Rasyidin, yaitu :
·         Abu Bakar Siddik, ia berhasil mengembangkan Islam ke seluruh jazirah Arab dan masuk ke Palestina
·         Umar bin Khattah, ia berhasil menyebarkan Islam di Sryia,Mesopotamia dan Mesir.
·         Usman bin Affan, ia berhasil menyebarkan Islam ke seluruh Persia,Cyprus,Rhodes,Trensoxiana dan Tabaristan
·         Ali bin Abi Talib, pada masa pemerintahannya di warnai pergolakan.Islam pecah menjadi tiga yaitu Muawiyah (Umayyah),Syiah(Abbasyiah,dan AL-Khawarjj.Dengan wafatnya Ali maka berakhirlah pemerintahan Khulafaur Rasyidi


2.       Hubungan Indonesia dengan Pusat-Pusat Islam di Asia
    Dalam waktu relatif singkat agama Islam berkembang sangat cepat.Islam yang semula lahir di Jazirah Arab kemudian meluas di seluruh kawasan Asia Barat,Afrika Utara,Eropa dan Asia. Pada abad 7-10 di Asia lahir pusat-pusat agama Islam yang terkemuka ,seperti
Ø  Arab Saudi, terdapat kota Mekkah dan Madinah, Merupakan kota suci dan paling bersejarah dalam agama Islam.Kota Mekkah terdapat bangunan Masjidil Haram dan Kabah. Setiap tahun kota ini dibanjiri jutaan umat Islam dari seluruh dunia untuk menunaikan ibadah Haji.
Ø  Persia, terdapat kota Isfahan, Merupakan kota dagang strategis dan pusat pengembangan Islam pada Zaman Abbasiyah.Terdapat Masjid Syiah yang sangat megah dan cantik
Ø  Irak, terdapat kota Baghdad,menjadi pusat kegiatan keagamaan dan intelektual pada zaman pemerintahan Harun ar-Rasyiddi kota ini lahir sastrawan terkemuka(kisah seribu satu malam) dan para pemuka agama termashur seperti: Abu Hanifah,Syafe’i,al-Ghazali dan Ahmad bin Hambali.
Ø  India, Terdapat kota Guzarat,Delhi,dan Mugbal,dari pusat-pusat Islam di India inilah agama Islam kemudian dibaa masuk ke Asia Tenggara dan sampai ke Indonesia
            Hubungan antara Indonesia dan pusat-pusat agama Islam di Asia Barat sangat dipengaaruhi hubungan perdagangan.Dengan dikuasainya Negara Negara Timur Tengah dan negara-negara di pantai utara Afrika oleh pedagang-pedagang Muslim Arab,kegiatan perdagangan di Laut Tengah telah dikuasai kaum muslim.Perdagangan dan pelayaran antara Barat (Laut Tengah) dan Timur (Asia) pada abad 7 merupakan kegiatan perdagangan antara kerajaan-kerajaan Islam di bawah Kekhalifahan Umayyah dengan Kerajaan Cina dibawah Dinasti Tang melalui perairan Indonesia dan Selat Malaka


            Hubungan antara Indonesia dan pusat-pusat agama Islam di Asia Barat sangat dipengaaruhi hubungan perdagangan.Dengan dikuasainya Negara Negara Timur Tengah dan negara-negara di pantai utara Afrika oleh pedagang-pedagang Muslim Arab,kegiatan perdagangan di Laut Tengah telah dikuasai kaum muslim.Perdagangan dan pelayaran antara Barat (Laut Tengah) dan Timur (Asia) pada abad 7 merupakan kegiatan perdagangan antara kerajaan-kerajaan Islam di bawah Kekhalifahan Umayyah dengan Kerajaan Cina dibawah Dinasti Tang melalui perairan Indonesia dan Selat Malaka  

Pedagang-pedagang Islam dari Timur Tengah kemudian banyak yang singgah di pusat-pusat perdagangan Nusantara seperti Aceh,Pasai,Banjar,Makasar,demak,Banten,Tuban dan lain-lain.Dari sinilah terjalin kontak atau hubungan dagang antara pedagang-pedagang Islam(arab) dan pedagang-pedagang Nusantara.Disamping pedagang Aran ,pedagang Islam Gujarat(India)juga menjalin kodagang dengan pedagang Nusantara.Hubungan dagang kemudian meluas menjadi hubungan keagamaan.                               



Mundurnya kerajaan Sriwijaya pada abad 11 M,dimanfaatkan para pedagang Islam untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan politik.Mereka kemudian mendukung daerah-daerah bawahan sriwijaya seperti Samudra Pasai untuk melepaskan diri dari Sriwijaya.Dalam perkembangan berikutnya Samudra Pasai menjadi pusat perdagangan dan pengembangan Islam di Indonesia
Hubungan Indonesia dengan pusat-pusat Islam di Asia
a.       Hubungan Ekonomi
Berdasarkan Berita Cina dari Dinasti Tang “pesatnya hubungan perdagangan antara cina dan Asia Barat melibatkan kawasan Indonesia karena perairan Indonesia menjadi jalur perdagangan yang harus dilewati,baik oleh pedagang Cina maupun Asia Barat”.
        Pada abad 7-11 di sriwijaya juga ditemukan perkampungan-perkampungan pedagang Islam (Asia Barat) yang menjadi bukti adanya hubungan antara Indonesia dan pusat-pusat Islam di Asia.Didukung posisi yang strategis dan iklim,para pedagang Islam singgah cukup lama di Indonesia,sambil menunggu pergantian angin musim.Waktu singgah inilah dimanfaatkan untuk menjalin hubungan ekonomi dalam bentuk transaksi dagang.
b.      Hubungan Sosial
Berkembangnya pemukiman/perkampungan Muslim di Indonesia seperti di Baros,Pantai Timud Sumatera,Pantai Utara Jawa dan Maluku,membuka kesempatan atau peluang para pedagang Muslim dengan penduduk pribumi untuk menjalin hubungan sosial-budaya dalam bentuk :
·         Pengenalan nilai-nilai dan budaya Islam
·         Perkawinan campur dengan penduduk pribumi yang mempertemukan budaya Islam dengan budaya Indonesia,sehingga lambat laun agama Islam masuk ke Indonesia
c.       Hubungan Politik
Hubungan politik antara Indonesia dan pusat-pusat Islam di Asia baru terjadi setelah Indonesia berdiri kerajaan-kerajaan Islam.Berdasarkan berita Cina “kerajaan kecil sa-mu-ta-lo (samudra pasai)mengirim utusannya le Cina dan pusat-pusat Islam ke India dan Asia barat”.Raja Samudra Pasai mengenal Islam setelaj bertemu dengan utusan Mekkah.
             Kerajaan Islan Aceh pernah menjalin persahabatan dengan kerajaan Ottaman di Turki dalam rangka membendung dominasi Portigis di Malaka.Demikian juga dengan kerajaan-kerajaan Islam di Pulau Jawa diperkirakan telah menjalin hubungan dengan India,Arab,dan Persia.




3.       Proses Masuknya Agama Islam di Indonesia dan Daerah Persebarannya
a)      Peta Jalur Masuknya Agama Islam ke Indonesia
Agama Islam diperkirakan masuk ke Indonesia sejak abad 7 M.agama Islam dibawa para pedagang dari Arab,Persia,dan Gujarat (India).Peta jalur masuknya Islam ke Indonesia menempuh jalur perdagangan yang berlaku waktu itu.Peta tersebut tidak jauh berbeda dengan jalur perdagangan pada masa kerajaan Hindu-Budha.




b)      Peta Daerah yang dipengaruhi Islam di Indonesia
Setelah agama Islam masuk ke Indonesia,kemudian diteruskan penyebarannya ke berbagai pulau di Indonesia.Pada awalnya Islam diperkenalkan di daerah pesisir dan bandar-bandar utama di Sumatera ,Jawa,Kalimantan,Sulawesi,dan Maluku.Dalam Perkembangan berikutnya,bandar-bandar perdagangan tersebut berdirikerajaaan-kerajaan Islam yang berperan sebagai pusat penyebaran Islam ke daerah pedalaman sesuai dengan cakupanwilayah kerajaan tersebut.Dalam waktu yang relatif singkat agama Islam berkembang dari Aceh (paling barat) sampau ternate (paling timur).


1.       Awal Perkembangan Islam di Indonesia
Pada awalnya perkembangan Islan di Indonesia berjalan lambat.Hal ini sangat mungkin karena masyarakat Indonesia sudah memeluk agama Hindu-Budha sejak zaman kuno.Berkembangnya pemukiman muslim di berbagai wilayah dan keaftifan berdakwah para pedagang Islam dan para ulama menjadi faktor pendorong utama meluasnya pengaruh Islam di nusantara.Munculnya kerajaan-kerajaan Isam di Indonesia makin mempercepat perkembangan Islam.
      Agama Islam mengalami perkembangan cepat setelah mundurnya kerajaam Majapahit dan berdirinya erajaan demak pada awal abad 16 M.Para pedagang Arab,Persia dan Gujarat tidak mengalami kesulitan dalam menyiarkan agama Islam,meskipun kehidupan di Indonesia sudah sangat dipengaruhi agama Hindu-Budha.
     Ada beberapa faktor yang memengaruhi dan mendukung persebaran Islam di Indonesia,sehingga agama Islam cepat diterima masyarakat Indonesia,yaitu faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut .
·         Syarat masuk agama Islam sangat mudah.Seseorang dianggap masuk Islam apabila sudah mengucapkan “kalimat Syahadad” yang isinya “mengaku tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.”
·         Agama Islam tidak mengenal kasta,semua manusia dianggap sederajat
·         Bersifat terbuka,siapa saja dapat memeluk Islam
·         Tidak menentang adat atau tradisi bangsa Indonesia
·         Secara ekonomis Islam mengajarkan kesejahteraan dengan kewajiban. Zakat bagi yang mampu untuk menolong orang miskin
·         Faktor politik,yaitu runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit
·         Peran para wali atau ulama yang aktif berdakwah
Dampah perkembangan Islam di Indonesia
F  Bidang politik , munulnya kerajaan-kerajaan bercorak Islam
F  Bidang ekonomi, diperkenalkan sistem ekonomi syariah
F  Bidang sosial budaya, diperkenalkan sasta,budaya,pakaian bercorak Islam,kaligrafi,sistem zakat,musik gambus,dan sebagainya
F  Bidang arsitektur, diperkenalkan bangunan bercorak Islam seperti Masjid dan keraton


B. Proses Penyebaran Islam Di Indonesia

Proses masuknya Islam atau proses Islamisasi di Indonesia dilakukan melalui berbagai cara atau salutan yaitu :
1.       Perdagangan
Sejak abad  7 pedagang islam dari Arab,Persia dan Gujarat mengambil peran penting dalam penyebaran agama Islam ke Indonesia.Waktu singgah yang cukup lama para pedagang Islam di bandar-bandar utama kemungkinan mereka mengenalkan nilai-nilai dan ajaran islam kepada rakyat Indonesia.Para pedagang muslim kemudian membangun pemukiman-pemukiman,tempat ibadah dan mendatangkan para mubaligh ke Indonesia untuk menyebarluaskan ajaran agama Islam
2.       Perkawinan
Munculnya banyak pemukiman Arab,Persia dan India memungkinkan pedagang Islam tersebut melakukan perkawinan dengan penduduk setempat.Para bangsawan pribumi tertarik untuk menikahkan putrinya sebagai kalangan terpandang mancanegara karena peagang Islam dianggap sebagai kalangan terpandang,status ekonominya baik juga kekayaan dan pengetahuannya.Perkawinan campur inilah yang memperlancar proses Islamisasi di Indonesia
3.       Politik
Apabila raja memeluk Islam maka akan diikutin semua rakyat.Hal ini karena raja dianggap anutan yang harus diikuti rakyat.Dengan demikian,proses Islamisasi berjalan dengan sangat cepat dengan berdirinya kerajaan Islam yang terus memperluas daerah kekuasaanya.Dalam rangka memperluas daerah kekuasaan,kerajaan-kerajaan Islam memerangi kerajaan-kerajaan non-muslim.contoh Demak menyerang Majapahit,Banten menyerang Pajajaran.Kemenangan kerajaan Islam menarik penduduk kerajaan non-muslim untuk menjadi Islam
4.       Pendidikan
Para ulama,guru agama atau wali kemudian mendirikan pesantren untuk mendidik para santri.Contoh sunan Ampel mendirikan pesantren di Ampel dan Sunan Giri mendirikan pesantren di Giri.para Santri yang telahselesai belajar kemudian terjun ke masyarakat untuk berdakwah dan mengajarkan kebudayaanIslam.dengan demikian,proses Islamisasi berjalan cepat.
5.       Kesenian
Para wali kemudian menggunakan kesenian untuk berdakwah seperti Sunan Kalijaga menggunakan media Seni Wayang.Meskipun berkisah Mahabharata dan Ramayana,tetapi selalu dimasukan nilai-nilai Islam.Pertunjukan seni gamelan seperti Sekatenan di Yogyakarta setiap Maulid Nabi,seni sastra,seni rupa,kaligrafi dan berbagai kesenian yang lain dimanfaatkan untuk proses Islamisasi di Indonesia
6.       Tasawuf
Para tasawuf hidup di tengah masyarakat.Mereka menyebarkan Islam dengan cara yang sesuai dengan keadaan masyarakat sehingga Islam mudah diterima.Mereka biasanya punya keahlian “ Menyembukan penyakit,mengusir setan” dan lain-lain sehingga menarik perhatian masyarakat.Contoh ahli tasawuf yang sangat terkenal adalah Hamzah Fansuri.

C.  Sumber Sejarah Penyebaran Islam Di Indonesia
Sumber sejarah penyebaran Islam di Indonesia cukup banyak ditemukan,baik yang berupa berita dari luar negeri,catatan para musafir dan batu nisan.
·         Batu nisan Fatimah binti Maimun yang berangka tahun 1088,ditemukan di Leren,gresik,Jawa Timur.Batu ini membuktikan bahwa Islam masuk ke Pulau Jawa pada abad 11
·         Batu nisan Malik Ibrahim yang berangka tahun 1419 di Gresik,Ia diakui sebagai tokoh dari persia yang pertamamenyebarkan Islam di Jawa
·         Makam Malik Al-saleh yang berangka tahun 1297,mendapat pengaruh dari mesir.Ia adalah raja yang pertama kali memeluk Islam.
·         Pemakamandi Troloyo,Trowulan dekat Mojokerto yang membuktikan proses Islamisasi di Jawa,yaitu masuknya masyarakar Majapahit menganut Islam
·         Berita Cina dari Dinasti Tang yang menceritakan bahwa pada tahun 674 M di Pantai Sumatera Utara terdapat pemukiman Islam di Baros
·         Berita Cina dari Ma-Huan yang mencatat bahwa pada abad 15 masyarakat di Pantai Utara Jawa sudah memeluk Islam
·         Suma Oriental dari Tom Pires yang mencatat dengan lengkap proses Islamisasi di Sumatera ,Jawa,Kalimantan,dan Maluku pada abad 16
·         Berita dari Marcopolo(saudagar Venesia) tahub 1292 ia singgah di Kerajaan Aceh dimana masyarakatnya sudah memeluk Islam
·         Berita dari India yang mencatat peranan pedagang Gujarat dalam penyebaran Islam di Indonesia
·         Berita dari Arab yang menyebut kerajaan Sriwijayadengan Zabag atau Zabay.
D.Peninggalan Sejarah Bercorak Islam
Berkembangnya agama Islam di Indonesia memberi pengaruh yang sangat luas atau hidup dan alam pikiran masyarakat Indonesia.Pengaruh Islam menentukan arah baru dan corak kebudayaan bangsa Indonesia.Pengaruh Islam tidak saja berlangsung dalam bidang religi (agama),tetapi juga dalam bidang politik dan sosial budaya.Dalam bidang politik ditandai berdirinya kerajaan-kerajaan bercorak Islam.Di dalam bidang sosial budaya dapat kita ketahui dari peninggalam sejarah yang bercorak Islam seperti:
1.       Masjid
Masjid adalah tempat beribadah atau bersembahyang umat Islam,masjid juga berperan sebagai pusat keagamaan.Di setiap ota biasanya di bangun “Masjid Raya” atau “Masjid Agung”.Bentuk dasar masjid biasanya bangunan persegi yang pada sisi barat terdapat mihrab(tempat berdirinya imam).Masjid kuno di Indonesia bentuknya menunjukan gaya Indoesia asli dengan atap bersusun.
2.       Keraton
Peninggalan seni berikutnya dari bidang arsitektur adalah keraton.Bangunan ini berfungsi sebagai tempat tinggal raja dan pusat pemerintahan.Ditinjau dari corak bangunannya,Keraton pada masa Islam merupakan perpaduan antara corak Hindu –Budha dan Islam.Perpaduan arsitektur yang harmonis menghasilkan gaya bangunan keraton yang khas.Bangunan keraton biasanya terdiri dari ruang pertemuan raja dengan para menteri yang sering disebut Siti Hinggil (Siti Lohor).Ruang untuk para putri raja yang disebut Keputren dan para putra raja disebut Ksatrian.Keraton biasanya dikelilingi tembok yang tinggi dan pintu gerbang dibangun gapura yang sangat megah.Di depan keraton ada tanah lapang (alun-alun) tempat bertemu raja dengan rakyat,juga terdapat bangunan masjid Agung.
3.       Nisan atau Makam
Batu nisan sering juga disebut jirat atau kijing.Bangunan ini terbuat dari batu atau kayu yang berfungsi sebagai tana banhwa ada seseorang yang dimakamkan ditempat itu.Di atas batu nisan biasanya dibangun sebuah rumah yang disebut Cungkub.
Seperti candi,makam dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir dan abadi bagi seseorang yang sudah meninggal.Pada batu nisan biasanya dihiasi ukir-ukiran kaligrafi.Kebudayaan batu nisan diperkirakan berasal dari Gujarat (India)
4.       Seni Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni menulis indah dengan menggunakan bahasa Arab.Kaligrafi biasanya teridir dari petikan ayat-ayat Al-Quran.Bentuk kaligrafi beraneka macam dari yang sederhana sampai yang rumit seperti bentuk bangunan masjid,orang sholat dan lain-lain.Kaligrafi dapat kita temukan pada dinding masjid,keramik,batu nisan,hiasan rumah,wayang,ukiran kayu di dinding atau pintu.
5.       Seni Sastra
Perkembangan Islam di Indonesia membawa pengaruh pada bidang sastra.Kesusastraan maju pesat karena dalam dunia Islam sastra mendapat tempat terhormat.Sastra pada waktu itu ada yang berbentuk hikayat atau sejarah,syair dan suluk.
6.       Seni Pertunjukan
Islam juga mengilhami berbagai seni pertunjukan yang sampai sekarang tetap popular di berbagai daerah di Indonesia
·         Seni Tari yang diiringi sholawat atau nyanyian bernapas Islam
·         Seni Gamelan,pada peringatan Maulud Nabi Muhammad selalu ditampilkan gamelan sekaten untuk menarik masyarakat berkumpul
·         Seni suara yang bernapaskan Islam
·         Permainan debus yaitu tarian yang diwarnai atraksi mengerikan seperti memasukan benda tajan ke dalam tubuh.Tarian diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an,berkembang di Banten,Minangkabau dan Aceh.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar